rachmi mustangadahDalam proses pembelajaran, pemilihan model, metode dan media pembelajaran memiliki peranan yang sangat penting agar tujuan pembelajaran dapat tercapai. Kolaborasi yang tepat antara tiga hal tersebut akan memberikan dampak terhadap pencapaian tujuan pembelajaran yang optimal.

Dalam situasi pandemic seperti sekarang ini, dimana proses pembelajaran dilakukan secara daring, guru dituntut untuk tetap dapat memberikan kegiatan pembelajaran yang bermakna. Oleh karena itu, guru harus jeli dalam menganalisis KD yang akan diajarkan, terutama dalam pemilihan media pembelajaran. Hal ini penting karena dalam pembelajaran daring, kemungkinan peserta didik untuk merasa jenuh jauh lebih tinggi jika dibandingkan dengan pembelajaran tatap muka.

Menurut Criticos tahun 1996 dalam Daryanto (2010:5), media merupakan salah satu komponen komunikasi, yaitu sebagai pembawa pesan dari komunikator menuju komunikan. Secara umum dikatakan media mempunyai kegunaan, antara lain: (1) Memperjelas pesan agar tidak terlalu verbalistis; (2) Mengatasi keterbatasan ruang, tenaga dan daya indra; (3) Menimbulkan gairah belajar; (4) Memungkinkan anak belajar mandiri sesuai dengan bakat dan kemampuan visual, auditori dan kinestetiknya; (5) Memberi rangsangan yang sama, mempersamakan pengalaman dan menimbulkan persepsi yang sama; (6) Proses pembelajaran mengandung lima komponen komunikasi, guru (komunikator), bahan pembelajaran, media pembelajaran, peserta didik (komunikan), dan tujuan pembelajaran. Jadi, media pembelajaran adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan (bahan pembelajaran), sehingga dapat merangsang perhatian, minat, pikiran, dan perasaan peserta didik dalam kegiatan belajar untuk mencapai tujuan belajar (Daryanto, 2010: 5¬6).

Simulator PhET yang dapat diakses melalui https://phet.colorado.edu merupakan salah satu software virtual lab yang dikembangkan oleh Universitas Colorado, Amerika Serikat. Simulator PhET ini dapat digunakan sebagai media pembelajaran yang menarik, karena simulasinya dirancang layaknya sebuah game. Simulator PhET dapat digunakan secara offline maupun online. Di dalam software ini terdapat banyak simulator dari beberapa mata pelajaran, seperti Fisika, Kimia, Biologi, dan Matematika.

Penulis juga memiliki pengalaman menggunakan simulator PhET sebagai media pembelajaran untuk materi Gerak Parabola di kelas X MIPA 4 SMA Negeri 1 Rembang, Purbalingga tahun pelajaran 2020/2021. Penulis melakukan penelitian tindakan kelas dengan judul Peningkatan Hasil Belajar Kognitif Peserta Didik Kelas X MIPA 4 SMA Negeri 1 Rembang, Purbalingga Menggunakan Model Pembelajaran Problem Based Learning Berbantuan Media Simulasi PhET Pada Materi Gerak Parabola. Dari hasil penelitian diperoleh hasil bahwa terjadi peningkatan hasil belajar kognitif peserta didik dari tiap siklus. Dari data pra siklus diketahui persentase ketuntasan peserta didik adalah 27,78 %. Setelah dilakukan perlakuan, ternyata persentase ketuntasan peserta didik mengalami peningkatan yaitu 44,4 % di siklus I, 66,67 % di siklus II dan 77,78 % di siklus III.

Pada kondisi dimana kita dihadapkan pada proses pembelajaran daring seperti sekarang ini, kiranya simulator PhET dapat dijadikan sebagai alternatif media pembelajaran untuk membantu memberikan kegiatan pembelajaran yang bermakna dan membantu meningkatkan hasil belajar peserta didik.

 

Rachmi Musta’adah, S.Pd.

Guru Fisika SMA Negeri 1 Rembang, Purbalingga.

Komentar